Sejarah Kota Mekkah


Kita mulai kisah ini dengan kisah Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim memiliki istri yang sangat cantik namanya SARAH, namun sayang sekali diusianya sampai kurang lebih 60 tahun sarah belum juga memiliki keturunan. Meraka tinggal di daerah Hebron, Palestina. 
Singkat cerita, suatu saat Nabi Ibrahim mengajak sarah pergi ke Mesir. Pada saat itu terdapat raja Mesir yang dzalim senag sekali merebut istri yang cantik. Akhirnya, ditangkaplah sarah. Ketika itu sarah berdoa kepada Allah agar melindunginya. Raja tersebut berusaha menjamah sarah, namun seketika tangannya menjadi kaku seperti terkena stroke. 
Raja : "kau apakan tanganku"? 
Sarah : "aku berdo'a kepada Allah agar melindungi ku".
Raja : kalau begitu minta kepada Tuhanmu untuk menyembuhkan ku dan aku berjanji tidak akan menjamahmu. (Akhirnya raja tersebut sembuh dengan doa sarah). 
Namun raja tersebut tetap saja nakal mengingkari janjinya, sehingga untuk kedua kalinya tangannya kembali kaku ketika hendak menjamah sarah, berulang sampai ketiga kalinya seluruh tubuh raja tersebut kaku hanya mulutnya saja yang bisa bergerak. 

Akhirnya raja kapok dan meminta sarah untuk menyembuhkannya dengan berdoa kepada Allah. Kemudian raja tersebut membebaskan sarah. Raja memberikan hadiah kepada sarah seorang budak wanita yang bernama HAJAR. (Diriwayat lain dikatakan dia adalah anak raja tersebut). Hajar dibawa pulang ke Palestina ikut dengan sarah. Usia hajar kurang lebih setengah usia sarah. 

Sarah menjadi resah, karena diusianya yang sudah semakin bertambah belum juga diberi keturunan sedangkan Nabi harus memiliki keturunan. Akhirnya, sarah memberikan hajar kepada Nabi Ibrahim untuk menikah dengannya. Setelah Nabi Ibrahim menikah dengan hajar, mereka diberi keturunan yang bernama "ISMAIL".Dan kurang lebih 2 tahun setelah kelahiran Nabi Ismail, sarah akhirnya Allah beri keturunan lagi yaitu "NABI ISHAQ". 

Hingga akhirnya Nabi Ibrahim mendapat perintah dari Allah untuk membawa istri keduanya yaitu hajar bersama Ismail pergi kesuatu daerah yaitu "Tanah Hijaz"(Mekkah), lembah yang gersang dan tidak ada kehidupan samasekali. Dengan perasaan yang gk tega, Nabi Ibrahim pergi memeninggalkan mereka. Hajar protes pada Nabi Ibrahim kenapa meninggalkan kami, kami bisa mati di tinggal di lembah yang gersang. Kemudian hajar bertanya pada Nabi Ibrahim "Apakah ini perintah Allah?" Nabi Ibrahim menganggukan kepala.Lalu hajar memahaminya dan yakin Allah tidak akan membiarkan mereka mati. 

Kemudian Nabi Ibrahim pulang ke Palestina,dan dalam perjalanan berdo'a:

"Ya Rabb kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunan ku ke lembah tidak mempunyai tanaman-tanaman didekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati. Ya Rabb kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan sholat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur". (QS, Ibrahim:38) 

Perlu diketahui, ka'bah pertama kali didirikan oleh Nabi Adam dan putranya syits. Pada zaman Nabi Nuh terjadi banjir besar sehingga ka'bah hancur dan tinggal pondasinya saja. Dan akan dibangun ulang (ditinggikan bangunannya) oleh Nabi Ibrahim bersama Nabi Ismail setelah peristiwa penyembelihan Ismail. 

Sebelum malam tiba, hajar mencari sesuatu untuk bertahan hidup ditanah yang gersang, hanya ada 2 bukit disana "SHAFA" dan "MARWAH". Hajar melihat seperti ada air, akhirnya berlarian dari bukit shafake ke bukit marwah sebanyak 7x, ternyata bukan air tapi hanya fatamorgana (bayangan seperti air ketika panas terik). Akhirnya kembali ketempat Ismail dengan tangan kosong. Namun betapa terkejutnya hajar tiba-tiba ada pancuran air didekat Ismail. 

Kemudian hajar segera mendatangi sumber air itu dan membuat bendungan dari padang pasir sambil berkata "ZAM ZAM" yang artinya "Berkumpulah". 

Nabi Muhammad SAW bersabda:
" Semoga Allah merahmati ummu Ismail (ibunya Nabi Ismail) seandainya ia tidak membendungnya, maka air zam zam akan mengalir terus menjadi lautan  yang luas ". 

Negeri Yaman ( jazirah Arab bagian selatan). 

Sejarah suku jurhum yang hijrah dari Yaman ke kota Mekkah, sehingga nanti hidup menemani Hajar dan Nabi Ismail sampai terbentuknya kota mekah. 

Diyaman terdapat sebuah bendungan yaitu bernama "MA'ARIB". Disana ada kaum saba hidup disuatu daerah yang ditandai dengan keindahan yang luar biasa kebun-kebun yang subur. Terletak di jalur perdagangan, negeri saba memiliki standar kehidupan yang tinggi dan menjadi salah satu kota yang terkenal dan moderen dimasa itu. Namun mereka kufur dan sombong kepada Allah. Mengaku semua kekayaan itu milik mereka. Kemudian Allah datangkan musibah yaitu banjir "SAIL AL A'RIM" Hingga bendungan ma'rib jebol tak kuat menahan banjir yang sangat dahsyat. 

Setelah bencana banjir A'RIM, daerah berubah menjadi kering dan kaum saba kehilangan sumber pendapatan mereka yaitu menghilangnya lahan pertanian dan perkebunan.Kaum yang tidak mengindahkan seruan Allah untuk berikan kepadaNYA dan bersyukur kepadaNYA, akhirnya diadzabdengan sebuah bencana. Akhirnya kaum saba mulai terpecah belah. Kaum saba mulai meninggalkan rumah mereka dan pindah ke negeri lain yang lebih subur seperti negeri syam Palestina. 

Ringkas cerita,ada suku dari Yaman yang bernama "Jurhum" Yang akan berpindah ke negeri syam, mereka datang dari jalur bukit kadaa' lalu singgah dibagian bawah Mekkah. Mereka melihat seekor burung yang sedang terbang Berputar-putar. Mereka berkata "Burung ini berputar pasti karena mengelilingi air padahal kita mengetahui secara pasti bahwa di lembah ini tidak ada air". Akhirnya mereka mengutus satu atau dua orang yang larinya cepat dan ternyata mereka menemukan adanya air. Mereka kembali dan mengabarkan keberadaan air yang ditemuinya, lalu mereka mendatangi air zam zam tersebut. 

Saat itu Hajar berada di dekat air tersebut. Suku jurhum memiliki adab dan etika yang sangat baik, mereka izin terlebih dahulu kepada Hajar, " Apakah kamu mengizinkan kami untuk singgah bergabung denganmu disini?". 

Hajar mengizinkannya dan merasa senang atas peristiwa ini karena ada orang-orang yang tinggal bersamanya. Akhirnya mereka pun tinggal disana dan mengirim utusan kepada keluarga mereka untuk mengajak mereka tinggal bersama di Mekkah. 

MasyaAllah berkat do'a Nabi Ibrahim, akhirnya Hajar dan Ismail bisa hidup lebih baik. Beginilah dahsyatnya wanita mukminah yang taat kepada Allah dan suaminya, percaya akan janji Allah kebaikan itu pasti akan datang. 
Suku jurhum mulai melakukan aktivitas dagang, berkebun dll. Akhirnya kota Mekkah menjadi kota maju dan berpenghuni. Ketika itu, Nabi Ismail belajar bahas Arab dari mereka (Suku jurhum), dan Hajar mendidik putranya dengan pendidikan yang baik serta menanamkan akhlak mulia sampai Ismail dewasa. 

Inilah asal mula terbentuknya kota Mekkah Al Mukarramah. 

Ketika itu Nabi Ibrahim berkunjung ke Mekkah, beliau tidak berjumpa dengan Nabi Ismail. Kemuakan beliau berjumpa dengan istrinya Nabi Ismail, menanyakan keadaan dan kabar rumah tangga mereka. Istri Nabi Ismail bercerita semua keluhan hidupnya, tidak ada rasa bersyukur nya kepada Allah. Lalu Nabi Ibrahim berpesan pada istri Nabi Ismail. "Sampaikan pada Ismail, bahwa ada seorang laki-laki datang bernama Ibrahim, dan katakan padanya untuk mengganti tiang pintu rumahnya". 

Ketika Nabi Ismail datang dari berburu, sang istri menceritakan pesan Nabi Ibrahim. Kemudian Nabi Ismail menceraikan istrinya dan berkata, "Sesungguhnya seorang yang datang kepadamu adalah ayahku, dia seorang Nabi Allah, dan dia menyuruhku mengganti tiang pintu rumahku artinya adalah aku diminta untuk menceraikanmu".

Suatu hari, Nabi Ibrahim berkunjung lagi ke Mekkah. Lagi lagi Nabi Ibrahim tidak berjumpa dengan anaknya karena sedang berbur. Kemudian Nabi Ibrahim bertemu lagi dengan istri barunya Nabi Ismail (anak dari ketua suku jurhum yang lain). Nabi Ibrahim bertanya lagi keadaan rumah tangga mereka. Istri kali ini adalah wanita mukminah, berjiwa qona'ah dan hanya kalimat syukur yang ia ceritakan pada Nabi Ibrahim. Akhirnya, Nabi Ibrahim berpesan lagi pada istri Nabi Ismail disuruh untuk mempertahankan tiang pintu rumahnya. Yang artinya adalah mempertahankan istrinya. 

Selanjutnya, Nabi Ibrahim berkunjung menemui Hajar dan anaknya untuk menghilangkan rasa rindu kepadanya. Maka pada suatu hari, saat Nabi Ibrahim telah bersama anaknya, Nabi Ibrahim bermimpi bahwa dirinya menyembelih putranya, yaitu Nabi Ismail. Setelah beliau bangun dari tidurnya, Nabi Ibrahim pun mengetahui bahwa yang beliau mimpikan tersebut adalah perintah dari Allah SWT karna mimpi para Nabi adalah haQ (benar). Maka Nabi Ibrahim mendatangi Nabi Ismail putranya dan berbicara dengannya. 

•Nabi Ibrahim berkata:
"Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelih mumu. Maka pikirkanlah apa pendapat mu".
•Nabi Ismail menjawab:
"Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, InsyaAllah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang bersabar".                  (QS. Ash-Shaaffaat:102). 

Mereka pergi ke tempat penyembelihan tempat nya diantara mina dan muzdalifah. Dalam perjalanan syetan menggoda Nabi Ibrahim, lalu Nabi Ibrahim mengambil kerikil untuk melempari syetan tersebut dengan mengatakan, "Bismillahi Allahu Akbar". Kemudian Nabi Ibrahim telah membaringkan Nabi Ismail diatas batu menghunuskan pedangnya. Mereka diuji keikhlasannya sampai titik terakhir. 

Tiba-tiba Malaikat Jibril datang untuk menahan pedang Nabi Ibrahim, lalu Malaikat Jibril berkata:
"Wahai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu. Sesungguhnya demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. (QS.Ash-Shaaffaat: 104-106). 
Tidak lama ada seruan itu, Nabi Ibrahim melihat Malaikat Jibril membawa kambing yang besar. Maka Nabi Ibrahim mengambil kambing itu dan menyembelihnya sebagai ganti Nabi Ismail. Dari sini lah asal mula kisah sunnahnya berqurban yang dilakukan para umat islam pada setiap hari raya Idul Adha diseluruh pelosok dunia.

Kemudian Allah memerintahkan mereka untuk membangun Ka'bah kembali, meninggikan pondasinya dengan tanah liat yang disusun. Setelah menyusunnya, Nabi Ibrahim mempunyai tempat pijakan khusus untuk melihat apakah posisi tinggi Ka'bah sudah pas atau belum. Bukti pijakan ini masih ada sampai sekarang didepan pintu Ka'bah yang disebut sebagai makam Ibrahim. 


Jadi maqom itu bukan kuburan ya, tapi pijakan kaki Nabi Ibrahim. Dan tidak boleh ngalap berkah seperti usap-usap dibagiannya (syirik).

Lalu Nabi Ibrahim menyuruh Nabi Ismail untuk mencari batu agar bangunan Ka'bah lebih kokoh.Nabi Ismail mendapat batu dari Allah yaitu HAJAR ASWAD. Dahulu warnanya putih dan menjadi hitam karena dosa anak adam. 


Mereka meletakkannya disudut kiri dekat dengan Pintu Ka'bah. 

Setelah itu disyari'atkannya untuk menjaga rumahAllah dan diajarkannya tata cara thawaf, rukun Haji/umrah. Nabi Ibrahim mendapat perintah dari Allah untuk menyerukan panggilan Haji. Beliau naik gunung dan berteriak, kuasa Allah suaranya terbawa angin serta dapat didengar oleh orang yang beriman. 

Semoga kita semua diizinkan Allah untuk menjadi salah satu tamuNYA, untuk berpijak ke Baitullah. 
Wallahua'lam bishowab. 
           
                                              -Nailinnada









Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kesempurnaan perempuan muslim.

Sayyidah Aisyah kekasih Nabi