Sayyidah Aisyah kekasih Nabi

 Sayyidah Aisyah merupakan salah satu ummul mukminin, sosok wanita bijak dalam Islam yang patut diteladani. Di era hecticnya girlband Korea yang digemari masyarakat mulai dari anak-anak hingga ibu-ibu (termasuk saya) hehe. Saya rasa sangat diperlukan sosok wanita muslim yang patut dijadikan role model agar tidak terlalu mengagungkan girlband.

“Menjadikan seseorang sebagai role model kehidupan bukan hanya dilihat dari paras cantik atau body bagusnya, tetapi juga harus melihat dari kezuhudan, ilmu dan sikapnya”.

Kekasih sang Nabi. 

Sayyidah Aisyah memiliki kedudukan yang tinggi di hati Nabi dari segi kasih sayang yang tidak diperoleh oleh istri-istri Nabi lainnya. Suatu ketika terdapat seorang laki-laki yang mencela Aisyah di dekat Ammar bin Yasir, lalu Ammar bin Yasir berkata “Menyingkirlah engkau dengan penuh cela dan kehinaan! Apakah engkau berani mencaci kekasi kesayangan Rasulullah?” – Sunan At-Tirmidzi. Dapat dijelaskan secara detail saat para sahabat berbondong-bondong memberikan hadiah kepada Nabi dan Aisyah ketika Nabi bermalam di tempat Aisyah, sedangkan di tempat istri lainnya para sahabat tidak memberikan hadiah. Hal tersebut memicu kecemburuan dari istri-istri Nabi lainnya. Suatu hari istri-istri Nabi lainnya berkumpul di rumah Ummu Salamah, mereka meminta Ummu Salamah untuk pergi ke Aisyah dan menyampaikan bahwa mereka juga ingin kebaikan-kebaikan (hadiah) juga seperti yang didapatkan oleh Aisyah. Ummu Salamah pun menceritakan hal itu kepada Nabi, maka Nabipun sedikit mulai menghindar dari Aisyah agar tidak lagi ada kecemburuan di antara istri-istri lainnya. Ketika Nabi mulai kembali dekat dengan Aisyah, Ummu Salamahpun menceritakan kembali permintaan istri-istri Nabi kemudian Nabi kembali menghindar dari Aisyah. Sampai saat ketiga kalinya Nabi mulai mendekati Aisyah kembali dan Ummu Salamah menceritakan kembali keinginan istri-istri Nabi lainyya, lalu Nabi berkata “Wahai Ummu Salamah, janganlah engkau mencelaku karena perkara Aisyah. Sebab, demi Allah, tidak ada satu pun wahyu turun kepadaku ketika aku berada di salah satu di antara selimut kalian selain ketika aku berada di selimut Aisyah” (HR Bukhari). 

Allah telah memberikan Aisyah banyak keistimewaan dan keutamaan di sisi Rasulullah, termasuk perkataannya yang luhur, lembut, kefasihan bahasanya, adabnya yang indah dan ketinggian ucapannya. Dapat dikatakan bahwa puncak dari seluruh keutamaan Aisyah adalah Aisyah selalu muncul dengan penampilan yang paling cantik dan paling sempurna di hadapan Rasulullah. Oleh karena itu, Aisyah merupakan contoh wanita shalihah terbaik yang pernah digambarkan oleh Rasulullah.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kesempurnaan perempuan muslim.

Sejarah Kota Mekkah